" Melihat apa yang benar dan tidak melakukannya adalah sikap seorang pengecut " Confucius

Percikan Iman

Hakikat Sifat Malu

Dari Abi Mas'ud Al-Badri RA, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : ' Sesungguhnya diantara ucapan kenabian pertama ( Adam ) yang didapat oleh manusia ( dari generasi ke generasi - red ) adalah : ' jika engkau tidak merasa malu maka perbuatlah apa yang engkau inginkan ' ( HR. Bukhari )

Jeda Berita !!!

Warga Kabupaten Kerinci membutuhkan ribuan tenda yang akan dibagikan pada warganya untuk tidur malam selama masih berlangsungnya gempa susulan yang diperkirakan akan terus terjadi selama dua pekan ke depan. ( Antara News )

" Tunggu.....tampilan baru...."

Promo

01 September 2007

Bandung, Kota Kembang

Foto : Gedung Sate pada tahun 1924.

Bandung Kota Kembang dan Bandung Parijs van Java adalah hanya sebagian dari julukan yang diberikan kepada Kota Bandung sejak jaman Belanda dulu. Suasana Kota Bandung yang indah permai nan sejuk memberikan romansa yang menggelitik, sehingga banyak para penggede dari Batavia yang menghabiskan waktunya di Kota Bandung. Terletak di lereng Gunung Tangkuban Perahu, sebenarnya Kota Bandung juga dikepung oleh beberapa gunung yang sampai sekarang masih aktif.

Namun, kedatangan para penggede dari Batavia atau Jakarta sekarang ini ternyata sampai sekarang masih berlangsung, dengan berbagai pusat outlet, jajanan sampai sepatu, Bandung memang menjadi daya tarik yang sangat kuat buat industri pariwisata. Tak cukup hanya sampai disitu, Bandung merupakan trandsetter bagi dunia mode Indonesia.

Denyut nadi kehidupan Kota Bandung yang sekarang juga mempunyai julukan Kota Macet, tak pernah berhenti, dari pagi sampai pagi lagi geliatnya masih terus mewarnai selaksa napas yang terhembus dari paru-paru warga kota. Dunia Gemerlap seolah menjadikan Bandung sebagai etalase kehidupan malam, parfum semerbak melingkup mengitari busana modern seolah tak lekang oleh peluh.

Foto : Sudut Barat Alun-alun Kota Bandung 1940

Sayangnya, urat nadi kehidupan ini seolah tercoreng oleh ulah tangan-tangan jahil tatkala kita melirik pada sudut pandang Kota yang terbentang dari Pasupati, coretan vandalism tak ampun mengotori pelataran wajah kota yang seharusnya dijaga. Di sepanjang jalan, dari tengah kota sampai pinggiran seolah tak putus sampah tergeletak dengan angkuhnya, asap polusipun ikut serta membentangkan jaringannya menohok paru-paru kota.

Sampai kapankan kita akan bisa memelihara tubuh kota yang telah lelah sesak dipenuhi hasrat manusianya yang tak putus menuntut kehidupan ? sampai kapankan kita akan bisa menghirup wangi pepohonan yang memancar sewarna hijau pekat tanpa noda ?

Tidak ada komentar: