Bertaburan rona wajah yang memerah darah dengan mode pakaian membalut tubuh dengan ketat serta wangi parfum menyengat hidung adalah suasana yang biasa kita dapatkan di Cihampelas Walk atau nama gaulnya disebut Ciwalk.
Namun, perbincangan tentang Ciwalk sebetulnya sudah sering kita dengar, hanya saja rasanya tidak bosan-bosannya bibir kita perpanjang kata untuk mengupas tentang gaya hidup yang tidak akan lepas dari posisi Ciwalk sebagai etalase pergaulan anak muda kota kembang Bandung ini, kenapa mesti Ciwalk ? karena di Ciwalk-lah banyak bertaburan rona kehidupan seputar pergaulan anak muda.
Ciwalk yang terletak di jantung kota atau tepatnya di Jalan Cihampelas Bandung memang tempat yang sangat strategis untuk mengadu ilmu tentang banyak hal, mulai dari mengadu desain mode, desain Hp, atau berbagai macam kehidupan malam, semuanya ada di Ciwalk.
Memasuki dunia Ciwalk seolah hendak mengajak kita bertualang kedalam rimba raya hutan kota Bandung, yang didalamnya terdapat dunia lain yaitu dunia kapitalisme, namun kapitalisme modern yang mencoba bersahabat dengan alam. Mall diletakkan dengan khusus mundur jauh dari jalan raya Cihampelas, sehingga posisinya tersembunyi oleh pohon-pohon raksasa dan taman-taman lansekap yang khusus dibuat. Dan ini merupakan keberhasilan yang sangat patut kita puji, karena setelah kita dibuat sesak oleh kepadatan Jalan Cihampelas, kita seolah menemukan oase yang menyegarkan saat memasuki gerbang Ciwalk.
Saat temaram datangpun, Ciwalk tetap semarak kukuh oleh bertaburan cahaya yang terpendar dari deretan lampu warna-warni, para pengunjungpun silih berganti berjalan menyusuri jalanan dalam komplek Ciwalk dengan tetap menyebarkan gaya hidup metropolitan, semerbak mewangi dibalut kain ketat produksi luar negeri atau lokal yang tersebar disetiap sudut Jalan Cihampelas.( Foto dok : www.astudio.or.id )
Percikan Iman
Dari Abi Mas'ud Al-Badri RA, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : ' Sesungguhnya diantara ucapan kenabian pertama ( Adam ) yang didapat oleh manusia ( dari generasi ke generasi - red ) adalah : ' jika engkau tidak merasa malu maka perbuatlah apa yang engkau inginkan ' ( HR. Bukhari )
Jeda Berita !!!
Promo
08 September 2007
Cihampelas Walk
Diposting oleh
Joy Setiawan
di
12:40 PM
0
komentar
Label: Tentang Kota
01 September 2007
Bandung, Kota Kembang
Foto : Gedung Sate pada tahun 1924.
Bandung Kota Kembang dan Bandung Parijs van Java adalah hanya sebagian dari julukan yang diberikan kepada Kota Bandung sejak jaman Belanda dulu. Suasana Kota Bandung yang indah permai nan sejuk memberikan romansa yang menggelitik, sehingga banyak para penggede dari Batavia yang menghabiskan waktunya di Kota Bandung. Terletak di lereng Gunung Tangkuban Perahu, sebenarnya Kota Bandung juga dikepung oleh beberapa gunung yang sampai sekarang masih aktif.
Namun, kedatangan para penggede dari Batavia atau Jakarta sekarang ini ternyata sampai sekarang masih berlangsung, dengan berbagai pusat outlet, jajanan sampai sepatu, Bandung memang menjadi daya tarik yang sangat kuat buat industri pariwisata. Tak cukup hanya sampai disitu, Bandung merupakan trandsetter bagi dunia mode Indonesia.
Denyut nadi kehidupan Kota Bandung yang sekarang juga mempunyai julukan Kota Macet, tak pernah berhenti, dari pagi sampai pagi lagi geliatnya masih terus mewarnai selaksa napas yang terhembus dari paru-paru warga kota. Dunia Gemerlap seolah menjadikan Bandung sebagai etalase kehidupan malam, parfum semerbak melingkup mengitari busana modern seolah tak lekang oleh peluh.
Foto : Sudut Barat Alun-alun Kota Bandung 1940
Sayangnya, urat nadi kehidupan ini seolah tercoreng oleh ulah tangan-tangan jahil tatkala kita melirik pada sudut pandang Kota yang terbentang dari Pasupati, coretan vandalism tak ampun mengotori pelataran wajah kota yang seharusnya dijaga. Di sepanjang jalan, dari tengah kota sampai pinggiran seolah tak putus sampah tergeletak dengan angkuhnya, asap polusipun ikut serta membentangkan jaringannya menohok paru-paru kota.
Sampai kapankan kita akan bisa memelihara tubuh kota yang telah lelah sesak dipenuhi hasrat manusianya yang tak putus menuntut kehidupan ? sampai kapankan kita akan bisa menghirup wangi pepohonan yang memancar sewarna hijau pekat tanpa noda ?
Diposting oleh
Joy Setiawan
di
1:10 PM
0
komentar
Label: Tentang Kota

